Bupati Joune Ganda Beri Peringatan ke PDAM Minut

oleh -323 Dilihat

Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, memberikan peringatan tegas kepada jajaran manajemen PDAM Minut karena kualitas layanan yang menurun. Langkah ini merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait mampetnya aliran air bersih di sejumlah titik pemukiman. Bahkan, Bupati mengancam akan melakukan evaluasi total terhadap jajaran direksi jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat.

Kekecewaan Bupati memuncak saat melihat laporan teknis yang menunjukkan rendahnya respons petugas terhadap gangguan lapangan. Oleh karena itu, beliau meminta komitmen nyata dari seluruh pegawai PDAM untuk bekerja lebih profesional dan cepat. Melalui peringatan ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih tetap terpenuhi secara maksimal.

Sorotan pada Kendala Teknis dan Respons Cepat

Bupati menyoroti lemahnya koordinasi tim teknis saat menangani kerusakan pipa distribusi utama. Sebab, perbaikan yang memakan waktu terlalu lama sangat merugikan aktivitas harian warga dan pelaku usaha kecil. Selain itu, beliau juga meminta PDAM untuk lebih transparan dalam menginformasikan jadwal pemadaman air kepada pelanggan.

Akibatnya, kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut kini berada di titik yang cukup rendah. Namun, manajemen PDAM berjanji akan segera memperbaiki sistem pengaduan agar lebih responsif terhadap laporan warga. Selanjutnya, tim pengawas internal akan melakukan audit terhadap efektivitas alokasi anggaran operasional perusahaan.

Tuntutan Inovasi dan Perbaikan Manajemen

Bupati Minut Joune Ganda Sebut,Pendidikan Modal Utama dan Kunci Sukses  Seseorang - Barometer Sulut

Baca juga:PDIP Manado Terapkan Seleksi Ketat untuk PAC, Perkuat Struktur Partai Menuju 2029

Joune Ganda menekankan bahwa PDAM harus berani melakukan inovasi teknologi untuk mendeteksi kebocoran pipa secara dini. Bahkan, beliau menyarankan penggunaan sistem pemantauan digital guna meminimalisir kehilangan air (water loss) yang masih tinggi. Oleh sebab itu, manajemen baru harus memiliki visi yang lebih modern dalam mengelola infrastruktur air bersih di Minahasa Utara.

“Layanan air adalah kebutuhan dasar rakyat yang tidak boleh terabaikan. Oleh karena itu, saya tidak akan segan mengambil tindakan tegas bagi siapa pun yang lalai dalam tugasnya,” tegas Bupati Joune Ganda saat memimpin rapat koordinasi.

Selanjutnya, Bupati memerintahkan Dinas PUPR untuk mendampingi PDAM dalam memetakan infrastruktur yang sudah usang dan memerlukan peremajaan segera. Dengan demikian, perbaikan kualitas layanan tidak hanya bersifat sementara, melainkan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Komitmen Pemkab Minut bagi Kesejahteraan Warga

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus berupaya mencari solusi pembiayaan untuk memodernisasi jaringan pipa yang ada. Sebab, beban distribusi air semakin berat seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk di wilayah Minut. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan anggaran dan eksekusi lapangan harus berjalan dengan lebih harmonis.

Berikut adalah tiga tuntutan utama Bupati kepada PDAM Minut:

  1. Reaksi Cepat: Petugas harus tiba di lokasi gangguan maksimal dua jam setelah menerima laporan dari warga.

  2. Audit Infrastruktur: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jaringan pipa distribusi utama.

  3. Transparansi Informasi: Memanfaatkan media sosial untuk menginformasikan kondisi terkini layanan air secara real-time.

Sebagai tambahan, Bupati juga akan melibatkan perwakilan masyarakat untuk ikut memantau perkembangan perbaikan layanan ini. Sebagai penutup, peringatan keras ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi kinerja lambat di lingkungan Pemkab Minut. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan aliran air yang lebih lancar dan bersih di rumah masing-masing.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.